Bisnis Work

Kronologi Tabrakan Maut 2012 Sopir Xenia Afriani susant

Sebuah mobil Daihatsu Xenia berwarna hitam menabrak 12 orang pejalan kaki di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat. Lima orang tewas di tempat, kemudian tiga orang lagi meninggal dunia saat sudah berada di rumah sakit.

Mobil bernomor polisi B 2479 XI itu dikemudikan seorang wanita bernama Afriani Susanti, warga Tanjungpriok, Jakarta Utara. Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Jakarta Pusat, Komisaris Gimo Husodo, menyatakan, sopir dan tiga penumpangnya yang terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki diamankan polisi.

Gimo menyatakan, sopir ditemukan tak memiliki surat izin mengemudi (SIM) kendaraan roda empat. Bahkan saat Surat Tanda Nomor Kendaraan mobil bernomor polisi B 2479 XI itu diminta, dia hanya bisa menyerahkan fotokopi STNK atas nama Deden Rohendi.

Gimo menengarai, saat kejadian, mobil dalam kecepatan tinggi dari arah Gambir menuju arah Tugu Tani. Di dekat lampu merah Gambir menuju Jalan Ridwan Rais, pengemudi berusaha mengerem karena para pejalan kaki yang usai bermain futsal menyeberang. "Mau mengerem ternyata rem blong," kata Gimo. "Jadi penyebabnya bukan karena sopir mabuk."

Karena tak bisa direm, setir dibanting ke trotoar namun akibatnya mobil terguling-guling menimpa sejumlah pejalan kaki dan remaja yang baru saja bermain futsal itu.

VIVANEWS



Foto foto kecelakaan mobil xenia 22 januari 2012 di tugu tani gambir jakarta pusat.



Foto foto Afriani susanti pengemudi Xenia maut di Tugu Tani





Kronologis kecelakaan Xenia dengan pejalan kaki di halte tugu tani gambir

Seorang saksi mata yang selamat dari peristiwa tabrakan maut di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu, 22 Januari 2012, menuturkan mobil Daihatsu Xenia melaju dengan sangat kencang pada saat kejadian.

Mobil berkecepatan tinggi itu akhirnya oleng dan menabrak sekelompok orang pejalan kaki hingga menewaskan 8 orang.

"Mobil itu bukan ngebut lagi tapi sangat kencang dan sempat oleng zig-zag begitu," kata seorang saksi mata, Suwarto, 54 tahun, saat ditemui di unit kecelakaan Polda Metro Jaya.

Suwarto menjelaskan mobil itu datang dari arah Gambir menuju ke Tugu Tani. Ketika mendekati Tugu Tani, mobil berkecepatan tinggi itu mendadak kehilangan kendali. Saat itulah mobil mulai menabrak para pejalan kaki yang berada di trotoar.

"Pertama, mobil itu menyambar tiga orang, lalu sekelompok lagi, terus sekelompok orang lagi. Sampai akhirnya menabrak lagi halte yang ada anak, ibu-ibu, dan remaja. Semuanya habis pulang dari Monas," tuturnya.

Suwarto mengatakan para pejalan kaki yang ditabrak mobil tersebut saat itu tengah berjalan di trotoar. Tidak sedang menyeberang.

Setelah menabrak halte, lanjut dia, mobil ternyata tidak berhenti juga. Mobil itu lalu meringsek masuk ke halaman Kementerian Perdagangan. "Saat masuk ke kantor kementerian, mobil itu membuat dua orang lagi terpental, baru setelah itu berhenti," ujarnya.

"Ada seorang anak kecil yang terseret di bawah badan mobil. Setelah kejadian, saya gemetaran. Ini semua pertolongan yang Maha Kuasa, saya berhasil menghindar. Ini kejadian paling mengerikan," imbuh Suwarto.

Ditambahkannya, usai kecelakaan itu, sebagian besar korban tak bergerak.

"Semua tewas di tempat. Yang saya tahu ada enam yang tewas di tempat, ada lagi yang sempat dibawa ke rumah sakit. Saya pegangi anak kecil itu sudah tidak bergerak," ungkap Suwarto yang tampak masih syok akan kejadian itu.


VIVANEWS

Bagikan Ke:



Kronologi Tabrakan Maut 2012 Sopir Xenia Afriani susant

Diterbitkan :
Penulis :
Label :



Artikel Terkait

Rekomendasi

1 komentar
avatar Achot Blogs Admin

5 Maret 2012 00.10

gila ni shabu... berasa bis nabrak.

Silahkan Berkomentar!

Terbaru